Prasasti tertua yang ditemukan di Indonesia adalah Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai. Berikut adalah informasi rinci mengenai prasasti ini:
1. Ditemukan di Mana dan Kapan?
- Lokasi: Prasasti Yupa ditemukan di wilayah Kutai, tepatnya di Muara Kaman, Kalimantan Timur.
- Tahun Pembuatan: Prasasti ini diperkirakan dibuat pada abad ke-4 Masehi, sekitar tahun 350-400 M.
- Tahun Ditemukan: Prasasti ini ditemukan pada abad ke-19 oleh para arkeolog dan peneliti Eropa.
2. Isi dan Tulisannya
- Teks Prasasti: Teks yang tertulis dalam prasasti Yupa menggunakan aksara Pallawa (sebuah sistem tulisan dari India Selatan) dan bahasa Sanskerta.
- Isi: Prasasti Yupa merupakan bentuk peringatan yang mencatat kedermawanan Raja Mulawarman, salah satu raja besar Kutai. Salah satu bagian isinya mencatat bahwa Raja Mulawarman telah memberikan 20.000 ekor sapi sebagai persembahan kepada para Brahmana.
- Contoh Tulisan: Salah satu contoh kutipan dari prasasti ini dalam bahasa Sanskerta adalah sebagai berikut:
Yang artinya:Svasti śrī matā rājño mulavarmanāḥ dānam"Selamat sejahtera, Raja Mulawarman yang agung telah memberikan persembahan."
3. Bahasa dan Aksara
- Bahasa: Bahasa yang digunakan adalah Sanskerta, yang merupakan bahasa klasik dari India, banyak digunakan dalam teks keagamaan dan kerajaan.
- Aksara: Aksara yang dipakai adalah Pallawa, yang berasal dari India Selatan.
- Contoh Aksara Pallawa: Berikut adalah contoh aksara Pallawa dan bunyi dari aksara tersebut:
- अ (a)
- इ (i)
- उ (u)
- क (ka)
- ग (ga)
- म (ma)
- र (ra)
- व (va)
- न (na)
4. Pembacaan Aksara
- Di Indonesia, aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta ini dapat dibaca oleh para ahli epigrafi (ahli prasasti) yang mempelajari naskah-naskah kuno.
- Ahli yang Dikenal di Indonesia:
- Prof. Dr. Boechari, yang merupakan salah satu ahli epigrafi terkemuka di Indonesia dari Universitas Indonesia (UI), telah banyak memberikan kontribusi dalam mempelajari prasasti-prasasti kuno Indonesia.
- Dr. Riboet Darmosoetopo, seorang ahli epigrafi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), juga dikenal memiliki keahlian dalam membaca dan menafsirkan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta.
Kedua ahli tersebut, bersama dengan beberapa ahli epigrafi lainnya di Indonesia, berperan penting dalam mengungkapkan sejarah tertulis dari masa kuno di Nusantara.
No comments:
Post a Comment