Mari kita Lanjutkan dengan kajian linguistik dan teologis mendalam tentang kata Go’el (גֹּאֵל) yang muncul dalam Ayub 19:25–27, serta bagaimana istilah ini dipahami dalam tradisi Ibrani, terjemahan Yunani (Septuaginta), Latin (Vulgata), dan teologi Yahudi-Kristen awal.
Kajian Linguistik dan Teologis tentang “Penebusku Hidup” (Ayub 19:25–27)
1. Teks Asli dalam Bahasa Ibrani
Berikut kutipan teks Ibrani dari Ayub 19:25–27:
וַאֲנִי יָדַעְתִּי גֹּאֲלִי חָי וְאַחֲרוֹן עַל־עָפָר יָקוּם׃
וְאַחַר עוֹרִי נִקְּפוּ־זֹאת וּמִבְּשָׂרִי אֶחֱזֶה־אֱלוֹהַּ׃
אֲשֶׁר אֲנִי אֶחֱזֶה־לִּי וְעֵינַי רָאוּ וְלֹא־זָר כָּלוּ כִלְיוֹתַי בְּחֵקִי׃
Transliterasi:
Va’ani yada‘ti go’ali ḥai, ve’acharón ‘al ‘afar yakum.
Ve’achar ‘ori niq’fu zot, umibb’sari echezeh Eloah.
Asher ani echezeh li, ve’einai ra’u velo zar; calu kil’yotai becheqi.
Terjemahan literal:
“Tetapi aku tahu: Penebusku (Go’ali) hidup, dan yang terakhir Ia akan berdiri di atas debu.
Dan sesudah kulitku dihancurkan, dari dalam dagingku aku akan melihat Allah.
Aku sendiri akan melihat-Nya, mataku akan memandang, bukan orang lain; batinku merindukan hal itu di dalam diriku.”
2. Analisis Kata Kunci: Go’el (גֹּאֵל)
a. Akar kata dan makna dasar
-
Akar kata: גָּאַל (ga’al)
-
Arti dasar: menebus, membebaskan, memulihkan hak milik, atau membela hak seseorang yang dirampas.
Kata ini bukan sekadar “penyelamat” (seperti yasha‘ → Yeshuah = keselamatan), tetapi memiliki nuansa hubungan pribadi dan kekerabatan.
Go’el adalah “penebus keluarga” — seseorang yang mempunyai tanggung jawab moral dan hukum untuk menegakkan keadilan bagi anggota keluarga yang lemah, miskin, atau tertindas.
b. Bentuk kata dalam Ayub 19:25
-
Bentuknya: גֹּאֲלִי (go’ali)
-
Arti: “penebusku” (kata benda dengan sufiks kepemilikan orang pertama tunggal)
-
Secara harfiah berarti: “orang yang menebus milikku” atau “penolong keluargaku yang menebus aku.”
Ayub tidak menyebut Allah sebagai Hakim di sini, tetapi sebagai Go’el — pembela pribadi yang hidup.
3. Makna Teologis dalam Konteks Ibrani Kuno
Dalam hukum keluarga Israel, go’el memiliki empat fungsi utama:
| Fungsi Go’el | Referensi | Penjelasan |
|---|---|---|
| Penebus tanah | Imamat 25:25 | Jika seseorang menjual tanahnya karena miskin, go’el wajib menebus agar tanah tetap dalam keluarga. |
| Penebus kebebasan | Imamat 25:48–49 | Jika seseorang dijual sebagai budak, go’el menebusnya agar ia bebas. |
| Penebus darah (avenger) | Bilangan 35:19 | Jika seorang kerabat dibunuh, go’el haddam menuntut keadilan bagi darah yang tertumpah. |
| Penebus nama keluarga | Rut 4:4–10 | Boas menjadi go’el bagi Rut, menegakkan nama keluarga yang hilang. |
Dengan demikian, kata ini memuat unsur kasih, keadilan, dan kesetiaan perjanjian (ḥesed).
Ketika Ayub mengucapkannya, ia sedang menyatakan:
“Ada pribadi yang memiliki hak dan kasih terhadap diriku — Ia akan membela aku di hadapan Allah sendiri.”
4. Terjemahan dalam Septuaginta (Yunani)
Dalam Septuaginta (LXX), teks Yunani berbunyi:
ἐγὼ γὰρ οἶδα ὅτι ἀέναός ἐστιν ὁ ῥυόμενός με,
καὶ ἐπ᾽ ἐσχάτου ἐπὶ γῆς ἀναστήσει τὸ σῶμά μου.
Analisis:
-
Kata ῥυόμενος (ruomenos) berarti “yang membebaskan, yang menolong, yang menyelamatkan” (partisipium dari ῥύομαι, “menyelamatkan dari bahaya”).
-
Dengan kata lain, LXX menerjemahkan go’el menjadi “yang menyelamatkan” (Soter, Penyelamat) — istilah yang kelak dipakai untuk Kristus (Yesus ho Soter, “Yesus Sang Penyelamat”).
Makna ini memperluas konsep go’el dari “penebus keluarga” menjadi “penyelamat universal.”
5. Terjemahan dalam Vulgata (Latin)
Dalam Vulgata (terjemahan Latin oleh Hieronimus), teksnya berbunyi:
Scio enim quod Redemptor meus vivit, et in novissimo die de terra surrecturus sum.
Analisis:
-
Kata “Redemptor” berarti “penebus,” dari akar kata Latin redimere = “membeli kembali, menebus.”
-
Hieronimus dengan sadar menerjemahkan go’el sebagai Redemptor, bukan hanya “Salvator.”
-
Ini menjadi dasar bagi istilah teologis Kristen: Christus Redemptor — Kristus Sang Penebus.
6. Dimensi Teologi: “Penebus Hidup” sebagai Pewahyuan Awal Kristologi
Menariknya, dalam kitab tertua Alkitab, Ayub sudah mengakui tiga hal yang menjadi dasar iman Kristen:
| Pengakuan Ayub | Penggenapan dalam Kristus |
|---|---|
| “Penebusku hidup” | Kristus yang hidup, bangkit dari kematian |
| “Ia akan berdiri di atas debu” | Kristus bangkit dan menang atas maut |
| “Aku akan melihat Allah” | Janji kebangkitan tubuh dan perjumpaan dengan Allah dalam kemuliaan |
Artinya, kitab Ayub sudah mengandung cikal bakal doktrin kebangkitan dan penebusan.
7. Tafsir Yahudi dan Kristiani Awal
a. Tafsir Yahudi
Rabbi Saadia Gaon (abad ke-10 M) menafsirkan bahwa go’el dalam Ayub 19:25 bukan manusia, tetapi Shekhinah, yaitu kehadiran Allah yang membela orang benar.
Bagi tradisi Yahudi, ini menegaskan keadilan ilahi yang hidup dan aktif.
b. Tafsir Kristiani
Para Bapa Gereja seperti Gregorius Agung (540 M) dan Agustinus melihat ayat ini sebagai nubuatan paling tua tentang kebangkitan Kristus.
Gregorius menulis:
“Ayub berbicara dengan mata iman tentang Penebus yang akan hidup kembali;
Ia melihat misteri kebangkitan sebelum Injil diberitakan.”
8. Kesimpulan Teologis
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Kata “Go’el” | Bukan sekadar penolong; ia adalah pembela pribadi yang menebus karena kasih kekerabatan rohani. |
| Makna Iman Ayub | Iman kepada Allah yang hidup, yang tidak hanya menguji, tetapi akan membela dan memulihkan. |
| Makna Profetik | Nubuat tersembunyi tentang Penebus yang bangkit dan memberi hidup — Kristus. |
| Makna Historis | Bukti bahwa doktrin penebusan dan kebangkitan bukan gagasan baru dalam Perjanjian Baru, melainkan sudah tertanam dalam iman purba umat Allah. |
Penutup Reflektif
“Aku tahu Penebusku hidup.”
Dalam tiga kata Ibrani itu — Go’ali chai — tersimpan seluruh inti Injil.
Bahwa Allah tidak hanya Hakim yang menilai,
tetapi juga Penebus yang hidup, yang berdiri di sisi manusia untuk membela dan menebusnya dari kehancuran.Di tengah penderitaan yang tidak dimengerti, Ayub melihat jauh melampaui zamannya —
ke masa ketika Sang Penebus benar-benar “berdiri di atas debu”
dan mengalahkan maut di kayu salib.
No comments:
Post a Comment