Abstrak
Kekristenan di Etiopia merupakan salah satu bentuk Kekristenan tertua dan unik di dunia. Keberadaannya menjadi bukti historis penting bagi keberadaan Yesus, para murid-Nya, serta peristiwa-peristiwa dalam Alkitab. Salah satu landasan historis utama dari kekristenan di Etiopia berasal dari kisah pelayanan Filipus kepada sida-sida Etiopia dalam Kisah Para Rasul 8:26–40. Selain itu, komunitas Kristen Etiopia, yang relatif terisolasi secara geografis dari pusat-pusat Kristen lainnya, mempertahankan tradisi, doktrin, dan koleksi kitab suci yang berbeda dan lebih luas dari kanon Kristen Barat. Paper ini menganalisis bukti-bukti sejarah, arkeologis, dan tekstual dari komunitas Kristen Etiopia sebagai penguat historisitas Kekristenan mula-mula.
1. Pendahuluan
Kekristenan sering kali dipahami sebagai agama yang berkembang dari Yerusalem dan kemudian menyebar ke wilayah Romawi dan Eropa. Namun, perkembangan awal Kekristenan juga mencakup wilayah Afrika Timur, khususnya Etiopia, yang memiliki komunitas Kristen yang sangat tua dan terus bertahan hingga kini. Komunitas ini dikenal dengan Gereja Ortodoks Tewahedo Etiopia, dan memiliki koleksi kitab suci yang unik serta tradisi yang berbeda dari tradisi Kristen Barat dan Timur lainnya.
2. Kisah Sida-Sida Etiopia: Dasar Historis Kekristenan di Afrika Timur
Kisah Para Rasul 8:26–40 mencatat pertemuan antara Filipus dan seorang sida-sida, bendahara dari kerajaan Etiopia yang sedang dalam perjalanan pulang dari Yerusalem. Filipus menjelaskan nubuat Yesaya kepada sida-sida tersebut dan membaptisnya di perjalanan. Narasi ini merupakan catatan historis tertua mengenai penyebaran Injil ke wilayah Etiopia dan menandai awal mula Kekristenan di kawasan tersebut.
“Lalu kata sida-sida itu: ‘Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?’ Dan Filipus berkata: ‘Jika engkau percaya dengan segenap hatimu, boleh.’ Dan ia menjawab: ‘Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.’” (Kis. 8:36–37)
Tradisi Gereja Etiopia percaya bahwa sida-sida tersebut menjadi utusan pertama Injil ke Etiopia dan membuka jalan bagi misi-misi Kristen lainnya.
3. Gereja Ortodoks Tewahedo Etiopia: Kekristenan Tertua di Dunia
Gereja Ortodoks Tewahedo Etiopia secara resmi didirikan sebagai gereja negara pada abad ke-4 M melalui pelayanan Frumentius (juga dikenal sebagai Abba Selama), yang kemudian ditahbiskan sebagai Uskup oleh Patriark Aleksandria. Namun, bukti tradisi Kristen di Etiopia sudah ada jauh sebelumnya, termasuk dalam bentuk komunitas Yahudi-Kristen dan praktik-praktik ibadah yang mengadopsi unsur-unsur Yudaisme.
Faktor isolasi geografis Etiopia membuat Kekristenan di wilayah ini berkembang dengan cara unik dan tidak banyak dipengaruhi oleh konsili-konsili besar Gereja (seperti Nicea, Chalcedon, dsb), yang menjelaskan perbedaan dalam kanon kitab suci dan praktik liturgi mereka.
4. Kitab-Kitab Unik dalam Kanon Alkitab Etiopia
Gereja Ortodoks Tewahedo memiliki kanon Alkitab yang paling luas dari semua tradisi Kristen. Kanon ini terdiri dari:
-
46 kitab Perjanjian Lama, termasuk kitab-kitab yang tidak ditemukan dalam kanon Katolik maupun Protestan.
-
35 kitab Perjanjian Baru, sementara versi Protestan hanya memiliki 27 kitab.
Beberapa kitab yang hanya ditemukan dalam kanon Gereja Etiopia antara lain:
Kitab-Kitab Perjanjian Lama Tambahan:
-
1 Henokh (Book of Enoch)
-
Yobel (Book of Jubilees)
-
Kitab Adam dan Hawa
-
Asmat Musa (Song of Moses)
-
Baruk 1 dan 2
-
Kitab Tobit dan Yudit (juga ada di kanon Katolik)
-
4 Ezra (versi lengkap)
-
Kitab Meqabyan 1, 2, dan 3 (bukan sama dengan Makabe Katolik)
Kitab-Kitab Perjanjian Baru Tambahan:
-
Kitab Gembala Hermas
-
Didakhe
-
Sinode-Sinode Gereja Etiopia
-
Surat-surat Klemens dan surat-surat non-kanonik lainnya
-
Kitab Penemuan Salomo
Keberadaan kitab-kitab ini menunjukkan bahwa Kekristenan di Etiopia mempertahankan tulisan-tulisan yang telah lenyap atau disisihkan dalam tradisi lain. Lokasi geografis yang terpencil menjadi penyebab utama mengapa kitab-kitab ini tidak menyebar ke wilayah Kristen lainnya dan tetap eksklusif dalam tradisi Etiopia.
5. Kekristenan Etiopia sebagai Bukti Historis Yesus dan Murid-Murid-Nya
Keberadaan komunitas Kristen yang mapan dan tua di Etiopia memberikan bukti historis bahwa:
-
Narasi dalam Kisah Para Rasul mengenai Filipus dan sida-sida Etiopia bukan sekadar alegori teologis, tetapi merupakan peristiwa nyata yang menghasilkan komunitas Kristen yang eksis hingga kini.
-
Penyebaran Kekristenan di luar dunia Yunani-Romawi pada masa awal memperkuat klaim historis bahwa para murid benar-benar melakukan misi penginjilan lintas budaya.
-
Keberadaan kitab-kitab yang tidak masuk dalam kanon Barat tetapi tetap dilestarikan di Etiopia menguatkan dugaan bahwa banyak tulisan rasuli pernah beredar di berbagai wilayah dan hanya bertahan di komunitas yang secara geografis terisolasi.
6. Arkeologi dan Tradisi Lisan
Gereja-gereja batu di Lalibela, biara-biara kuno, serta praktik liturgi yang menggunakan bahasa Ge’ez (bahasa liturgis kuno Etiopia) menunjukkan kesinambungan sejarah Kekristenan di wilayah ini. Manuskrip-manuskrip tua yang ditemukan di biara Etiopia membuktikan bahwa tradisi mereka berkembang secara independen sejak abad-abad awal Masehi.
7. Kesimpulan
Kekristenan di Etiopia bukan hanya bentuk Kekristenan tertua yang masih bertahan, tetapi juga merupakan saksi historis atas realitas keberadaan Yesus dan para murid-Nya. Fakta bahwa narasi Alkitab tentang sida-sida Etiopia membuahkan sebuah gereja nasional yang bertahan lebih dari 1700 tahun adalah bukti nyata bahwa peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam Alkitab bukanlah mitos, melainkan sejarah yang hidup. Kitab-kitab unik yang hanya ada dalam tradisi Etiopia menjadi warisan yang menguatkan kemungkinan bahwa pelayanan rasuli jauh lebih luas dari yang tercatat dalam kanon Alkitab Barat.
Referensi
-
Baumer, Christoph. The Church of the East: An Illustrated History of Assyrian Christianity. I.B. Tauris, 2006.
-
Binns, John. The Orthodox Church of Ethiopia: A History. I.B. Tauris, 2016.
-
Ullendorff, Edward. The Ethiopians: An Introduction to Country and People. Oxford University Press, 1960.
-
Getatchew Haile. The Ethiopian Orthodox Church Canonical Texts. Institute of Ethiopian Studies.
-
Encyclopaedia Aethiopica (Vols. I–V).
No comments:
Post a Comment