Saturday, September 29, 2007

TUHAN Apakah Mungkin Gereja Menjadi Satu ?

TUHAN Apakah Gereja yang Am dan Satu
Hanya Ada di Pengakuan Iman Kita ?

Judul di atas pasti menjadi pergumulan dan pertanyaan banyak anak TUHAN saat ini. Di sekitar kita dengan sangat mudah ditemukan Gereja dari berbagai aliran dan denominasi yang tata gereja, lagu dan bahkan doktrin ttg Alkitab dan TUHAN nya berbeda. Suatu kondisi yang kontradiktif dengan Pengakuan Iman Rasuli kita yang percaya akan Gereja yang Am atau Satu.

Kondisi ini di Indonesia menjadi semakin serius karena jumlah orang Kristen yang minoritas ini masih ditambah lagi dengan kondisi yang terpecah-pecah. Hal ini sangat menyulitkan dan melemahkan posisi kita dalam keberadaan kita di tengah Negara ini. Kita kesulitan minta ijin pembangunan Gereja di suatu tempat karena semua aliran Gereja yang ada meminta ijin di tempat yang sama. Ada ketakutan di lingkungan itu kalau tempatnya akan berubah dengan kehadiran banyak Gereja. Kehadiran satu gereja saja sudah menimbulkan kekuatiran dan penolakan, apalagi banyak Gereja.

Seringkali saya merenungkan kondisi ini dan menanyakan ke TUHAN kenapa DIA ijinkan ini terjadi. Dari perenungan saya TUHAN bawa saya ke kondisi jemaat mula-mula dimana jumlah orang Kristennya juga minoritas (karena mayoritas pasti pemeluk agama Yahudi dan pengikut dewa-dewa Yunani). Jemaat saat itu yang masih baru dan jumlahnya sedikit itu juga terpecah-pecah menjadi beberapa golongan/aliran. Ada golongan Apolos, Petrus, Paulus atau bahkan ada yang menyebut dari golongan Kristus. Kita bisa melihat kondisi ini dari Kritik Paulus untuk jemaat di Korintus di 1 Korintus 1:10-17 dan diulang kembali di 1 korintus 3:1-9.

Kondisi terpecah-pecah ini disikapi dengan sangat dewasa oleh Paulus dan walaupun dia mengritiknya dia juga menyarankan jemaat untuk bersatu dan tidak mempermasalahkan perbedaan itu. Bahwa apapun aliran dan golongan kita, seharusnya kita menyadari bahwa sebetulnya kita adalah pengikut Kristus yang satu dan yang mati untuk kita semua.

Saya rasa sikap dan nasihat Paulus ini harusnya ada dihati pemimpin dan jemaat Kristen yang tidak merasa tersaingi, terganggu atau malah membuat kita menjadi minder dan merasa semakin kecil, dengan banyaknya aliran Kristen saat ini. Atau bahkan membuat perpecahan ini seolah-olah sebagai alasan untuk menghakimi aliran lain sebagai kesesatan. Sikap Paulus yang berpikir bahwa tugasnya menanam dan apolos menyiram sdang yang menumbuhkan adalah Tuhan sendiri (1 kor 3:6) seharusnya menjadi sikap kita juga sehingga Geraja yang Am bisa segera terwujud.

Sikap dan pandangan ini sangat mudah diucapkan tapi sulit terwujud dan sumber masalahnya menurut saya saat ini banyak jemaat Kristen yang imannya tergantung dari Iman dan Pandangan pendetanya dan di sisi lain keberadaan pemimpin jemaat atau pendeta sangat tergantung dengan keberadaan dan jumlah jemaat. Posisi TUHAN di tengah-tengah gereja menjadi tidak sentral lagi. Sangat diperlukan Pemimpin Jemaat yang bisa bersikap dan berpandangan seperti Paulus . Di sisi lain saat ini juga diperlukan Jemaat yang punya semangat memperlajari Firman TUHAN dan kebenarannya. Suatu perjuangan yang dimulai oleh Marthin Luther, Calvin dan tokoh-tokoh reformasi gereja saat itu yang menginginkan Jemaat yang bisa memperlajari Firman TUHAN secara langsung melalaui akses untuk bisa membaca Alkitab.

Seandainya hidup kita berpusat pada Kristus yang kita kenal melalui kesetiaan kita membaca dan mempelajari Alkitab maka perbedaan pandangan yang menimbulkan perbedaan aliran Gereja tidak akan sampai pada perpecahan dan permusuhan antar jemaat Kristen. Tapi keberadaannya akan seperti Tubuh kita yang ada tangan, kaki, mulut, otak dan anggota tubuh lainnya yang punya fungsi masing-masing. Kristus adalah Tubuh itu dan kita adalah anggota-anggotanya yang mempunyai fungsi dan panggilan masing-masing. Ada gereja yang sangat aktif melakukan penginjilan, ada gereja yang sangat setia dengan pembinaan dan ada gereja yang focus pada pengembalaan dan semua menjalankan tugas panggilan TUHAN ALLAH untuk kita masing-masing.

Pertanyaan untuk kita masing-masing saat ini adalah: Apakah kita sudah punya hubungan pribadi dengan Allah melalui kesetiaan kita membaca dan mempelajari Alkitab, Apakah kita memiliki Kesukaan berkomunikasi dengan TUHAN melalui doa-doa kita, Apakah kita memiliki kemauan dan keterbebanan melayani dan menjawab tugas panggilanNYA. Ataukah kita sibuk dengan menghakimi orang lain, jemaat lain dan merasa diri kita paling baik dan benar ? Apakah kita bersedia jika TUHAN meminta untuk membuka pintu gereja kita untuk menjadi tempat kebaktian Gereja dengan aliran yang lain ?

Doa :
TUHAN ajarku untuk bisa menghakimi diriku sendiri, menguji iman dan kesetiaanku. Ajarku untuk bisa gemar duduk dan tersungkur didepan kakiMU melalui jam doa kami. Ajarku untuk senantiasa rindu mengenal engkau lebih dekat lagi melalui kesetiaan kami membaca dan mempelajari FirmanMU. Ajarku untuk mengenal suara dan panggilanMU untuk hidupku di dunia ini. TUHAN ajar kami untuk bisa taat menjalankan perintahMU dan berbuat sesuatu untuk sesama kami. TUHAN kami mau dengan sikap kami ini kami bisa memberi sumbangan nyata untuk terwujudnya Gereja yang Am di tengah dunia ini. Amin.


By Sony Danang Caksono

2 comments:

Unknown said...

Mas Sony,

Gereja yang satu itu dapat mas Sony lihat dalam Gereja Katolik. Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri dan setia pada tradisi Apostolik sejak Paus I : Santo Petrus sampai sekarang Paus Benedictus XVI. Monggo telusuri sumber2 buku sejarah Gereja, maka niscaya mas Sony akan melihat kesatuan umat Tuhan Yesus yang riil ada pada Gereja Katolik. Syaloom!

Unknown said...

"akses langsung dalam mempelajari Alkitab"

Nah, hasilnya apa? Inilah risiko dari LANGSUNG belajar dari Alkitab. Bukan berarti Alkitabnya sendiri salah ya. Itu firman Tuhan yang benar. Namun, akses langsung ini berakibat ketidakadaanya kesatuan pengajaran. Apa sebab? Karena tiap denominasi melalui dewan / pendetanya menafsirkan sendiri sendiri makna dari ayat2 Alkitab. Hasilnya apa? Ya jelas banyak tafsir dan bermuara pada banyaknya denominasi. Inilah akibat dari gereja - gereja yang meninggalkan "tradisi apostolik" yang sejak dahulu menempatkan "kuasa mengajar, tradisi, magisterium" sebagai bagian yang TIDAK terpisahkan dari Alkitab. Ingat, Alkitab tidak turun dari langit mak *bluk* langsung diterima orang Kristen. Alkitab itu "bentukan". Ditulis oleh manusia (tentu oleh ilham Roh Kudus). Nah, siapa yang menulis? Siapa yang menyusun canon (urutan) alkitab dari Kejadian s/d Wahyu? Apakah Yesus sendiri mengajarkan "ini lho, alkitab urutannya kayak gini, ini dulu lalu kitab inidan akhirnya ini". Tidak bukan? Siapa yang mengkanonkan Alkitab? Tak lain tak bukan adalah para Bapa Gereja Katolik. Nah, itu baru canon (urutan). Belum lagi pengajaran dan tafsir, dikuasakan oleh penerus St. Petrus, yang diberikan Yesus kunci kerajaan Surga. Maka mas Sony bisa melihat kesatuan ajaran di SELURUH DUNIA. Dari kutub utara / selatan, dari timur sd barat dari GEREJA KATOLIK. Liturgi PLEK sama semua. inilah kesatuan yang mewujud dalam Gereja Nya yang kudus. Semoga mencerhkan dan memberi insight baru. Monggo search sumber2 Gereja Katolik di beberapa situs, antara lain http://katolisitas.org atau http://wwww.imankatolik.or.id Salam Kenal dan Berkah Dalem Pangiran Abadi - Gusti Yesus Kristus.