Menerima perbedaan sebagai kenyataan hidup mudah diucapkan tapi susah dilaksanakan. Contoh yang saat ini paling nyata adalah perbedaan agama. Banyak temen yang menerima perbedaan ini dengan memiliki pendapat bahwa semua agama sama. Seolah dengan statement ini menyelesaikan masalaah pada kenyataan tidak karena statement itu membawa kita pada penghilangan perbedaan dan bukan menerimanya serta pasti ditolak oleh temen-temen yang taat dalam menjalankan perintah agamanya (apapun agamanya). Statement menyamakan semua ajaran agama biasanya juga tidak bisa memotivasi kita menjadi pelaku ajaran agama yang kita yakini dengan baik.
Saya berpendapat seharusnya kita bisa sampai pada pemahaman dan keyakinan agama kita paling benar (menurut kita karena kita sudah pelajari dengan sungguh dan bertemu TUHAN ALLAH secara pribadi), tetapi kita menghormati serta mendukung pilihan orang untuk ikut/percaya aliran lain (dalam satu agama) atau bahkan agama lain sebagai pilihan dan keyakinan teman kita.
Bagiamana dengan semangat syiar, penginjilan atau penyebaran keyakinan yang diperintahkan oleh hampir semua agama besar di dunia. Supaya tidak menjadi konflik akan sangat baik kalau perintah ini dijalankan dengan berlomba-lomba berbuat baik untuk orang lain. Setiap pemeluk agama berlomba-lomba membuktikan bahwa agamanya mengajarkan kebaikan (bukan malah berlomba-loma berdebat yang memancing permusuhan). Menurut saya ketika perbuatan baik dan asas manfaat untuk orang lain yang dikedepankan maka konflik tidak akan terjadi. Saya membayangkan kondisi dimana orang beda agama bisa saling bantu membangun rumah ibadah teman nya yang beragama lain, mereka adu cepat minta maaf jika ada perbuatannnya yang menyinggung orang, mereka adu cepat menolong orang jika ada tetangganya yang kesusahan dll dll heemmmmm ideal banget tidak yach kondisi ini .... apa mungkin terjadi minimal di lingkungan kita ini ...
Bagaimana kawan.... setuju ???
Salam kompak
Sony Danang
Thursday, November 6, 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)